Breaking News

Perangkap Tikus Raksasa Pertama Di Luwu Timur, Inovasi Desa Bangun Jaya dan Dinas Pertanian

Perangkap Tikus Raksasa Pertama Di Luwu Timur, Inovasi Desa Bangun Jaya dan Dinas Pertanian

Rabu, 10 Januari 2018

Infolutim.com- Sulitnya membasmi hama tikus benar-benar membuat para petani di Luwu Timur kewalahan. Berbagai telah dicoba, mulai dari  memasang jebakan/perangkap, memberi racun, menggunakan belerang dan gropokyan telah dilakukan oleh para petani dengan dibantu oleh pemerintah desa dan dinas Pertanian. Tetapi sayang, sejauh ini belum ada cara yang benar-benar efektif bisa mengatasi hama tikus itu.

Mengantisipasi berbagai hama yang menyerang para petani baik disawah maupun dikebun, maka Ir. Muharif  kepala dinas Pertanian Luwu Timur  melatih dan kemudian menempatkan satu orang “Pengamat Hama” untuk setiap satu kecamatan. Strategi dan program ini memberi hasil yang bisa dibilang luar biasa. Berbagai hama penyakit tanaman bisa diantisipasi dengan gencarnya penyuluhan yang dilakukan oleh para PPL dan pengamat hama.

Cara kerja dan Koordinasi para pengamat hama ini terbilang hebat, jika mereka menemukan suatu potensi hama disatu tempat maka pengamat hama ditempat lain berdatangan memberikan bantuan. Ini adalah suatu bentuk keseriusan dinas pertanian Luwu Timur dalam penanganan hama penyakit tanaman.

I Made Sariana, seorang anggota DPRD Luwu Timur pernah mengatakan kepada Media Infolutim bahwa kehadiran pengamat hama itu sangat penting, mengingat jumlah mereka yang sangat kurang dan area kerjanya yang begitu luas, maka kedepannya dinas pertanian perlu menambah jumlah pengamat hama, supaya lebih maksimal lagi.

Beberapa waktu lalu seorang pengamat hama dari dinas Pertanian Luwu Timur bernama Baso Akil  bersama ketua kelompok Tani yang bernama Herianto membuat sebuah terobosan dalam upaya untuk menangani hama tikus di desa Bangun Jaya. Mereka berdua sepakat untuk mengusulkan pembuatan sebuah perangkap tikus raksasa.

Usulan ini langsung direspon positif oleh Sunarsono kepala desa Bangun Jaya, dengan dimulainya pembangunan perangkap tikus raksasa dilokasi sawah milik Herianto.

Baso Akil yang ditemui oleh media Infolutim dilokasi perangkap tikus raksasa itu menjelaskan bahwa sudah lama ia ingin mendorong pembuatan perangkap tikus raksasa. Tetapi baru Herianto ketua kelompok tani yang bersedia lahan sawahnya digunakan untuk lokasi pembuatan perangkap tikus raksasa,

“Tidak semua sawah bisa dijadikan lahan pembuatan perangkap raksasa karena ada  kriteria yang harus dipenuhi seperti misalnya ketersediaan air. Sawahnya harus bisa ditanami paling tidak 4x dalam 13 bulan dan kemudian tidak semua petani mau lahannya dipakai untuk percobaan pembuatan perangkap ini. Kebetulan juga Herianto ini adalah petani yang pernah dikirim studi banding, dia sudah tahu fungsi perangkap ini. Kebetulan juga kami bertemu dengan Sunarsono kepala desa Bangun Jaya yang begitu tanggap dengan mewujudkan pembuatan perangkap ini. jadi kloplah. ”  Jelas Baso akil.

Herianto ketua Gapoktan yang juga berada dilokasi perangkap raksasa itu menjelaskan bahwa “Perangkap ini akan berfungsi efektif nanti pada bulan Mei 2018 ini, untuk musim tanam ini belum bisa maksimal karena kami tanam padi bersamaan. Nah nanti pada bulan mei, lokasi perangkap sawah ini akan tanam padi sendirian. Otomatis tikus dari segala penjuru akan berdatangan. Maka masuklah mereka dalam perangkap. Mudah-mudahan cara ini bisa menjadi solusi yang efisien dalam mengatasi hama tikus.” Ujarnya.

Kepala desa Bangun Jaya Sunarsono, saat ditemui Media Infolutim mengatakan bahwa segala sesuatu yang namanya merintis itu adalah sebuah tantangan. “Perangkap tikus raksasa ini adalah yang pertama di kabupaten Luwu Timur ini. Saya menggunakan dana desa untuk membangun itu. Kalo ini gagal maka resikonya pasti saya yang terima, tetapi saya memang berniat untuk bisa membantu masyarakat petani saya semaksimal mungkin. Bangun Jaya ini mayoritas petani, demi mereka saya harus berani, apalagi saya lihat potensi perangkap tikus raksasa ini bagus. Maka saya putuskan untuk membuatnya. Saya juga akan menyediakan tangki kapasitas 1500 liter untuk menampung tikus-tikus yang sudah tertangkap, supaya jadi pupuk organik yang bermanfaat.”

” Jikalau nanti pada bulan mei perangkap tikus raksasa ini mulai efektif dan membuahkan hasil yang sesuai harapan, maka saya akan membuatkan setiap gapoktan di Bangun Jaya satu perangkap raksasa. Ada tujuh gapoktan berarti tujuh perangkap raksasa. Insya Allah semua ini untuk kemajuan petani kita.”  Imbuhnya menutup pembicaraan kami. (Djiesam-IL)

Check Also

Thorig Husler Warga Pertama didatangi PPDP,Untuk Coklit Pilgub.

Thorig Husler Warga Pertama didatangi PPDP,Untuk Coklit Pilgub. INFOLUTIM.COM- Thorig Husler menjadi warga Luwu Timur  …

KOMENTAR