Breaking News

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja Di MTS Tsabilit Taqwa

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja Di MTS Tsabilit Taqwa

Infolutim.com

Masa remaja merupakan peralihan masa kanak-kanak menjadi dewasa yang melibatkan perubahan berbagai aspek seperti biologis, psikologis, dan sosial-budaya. WHO mendefinisikan remaja sebagai perkembangan dari saat timbulnya tanda seks sekunder hingga tercapainya maturasi seksual dan reproduksi, suatu proses pencapaian mental dan identitas dewasa, serta peralihan dari ketergantungan sosio ekonomi menjadi mandiri. Secara biologis, saat seorang anak mengalami pubertas dianggap sebagai indikator awal masa remaja. Namun karena tidak adanya petanda biologis yang berarti untuk menandai berakhirnya masa remaja, maka faktor-faktor sosial, seperti pernikahan, biasanya digunakan sebagai petanda untuk memasuki masa dewasa.

Rentang usia remaja bervariasi bergantung pada budaya dan tujuan penggunaannya. Di Indonesia berbagai studi pada kesehatan reproduksi remaja mendefinisikan remaja sebagai orang muda berusia 15-24 tahun. Sedangkan menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) remaja berusia 10-24 tahun. Sementara Departemen Kesehatan dalam program kerjanya menjelaskan bahwa remaja adalah usia 10-19 tahun. Di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat menganggap remaja adalah mereka yang belum menikah dan berusia antara 13-16 tahun, atau mereka yang bersekolah di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.

Beberapa hal yang menjadi permasalahan dikalangan remaja seperti Pergaulan dan seks bebas, Narkoba dan Hiv Aids, Pernikahan dini dan berbagai perilaku menyimpang lainnya mengancam tidak hanya kesehatan reproduksi remaja namun juga bisa menghancurkan masa depan mereka.

Demikian inti dari sosialisasi kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan di MTS Tsabilit Taqwa Rabu, 29 Nopember 2017. Kegiatan yang dikuti oleh siswi perempuan kelas VII, VIII dan IX itu berlangsung tertib dan para siswi tampak antusias menyimak pemaparan dari pemateri yaitu Bidan Mega Wardhani dan Bidan Ivo Sitohang dari Puskesmas Tomoni Timur.

Turut hadir dalam sosialisasi itu ibu Retno Hudansih, SE wakasek Mts Tsabilit Taqwa dan Isniawati, SE guru pembina PIK remaja Mts Tsabilit Taqwa. Menurut Isniawati, SE bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting dan harus sering dilakukan karena para siswi harus benar-benar memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Sementara Retno Hudansih, SE Wakasek Mts Tsabilit Taqwa saat di konfirmasi oleh Media Infolutim menjelaskan “kegiatan ini sangat positif karena jika para siswi remaja kita itu telah memiliki wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja maka mereka akan bisa berjaga-jaga, selalu waspada dan bisa menghindar dari seks dan pergaulan bebas”.

Aisyah Nurmala dan Wanda, dua orang siswi yang mengikuti sosialisasi ini mengatakan bahwa mereka sangat gembira dengan adanya sosialisasi kesehatan reproduksi remaja ini “ Kami semua siswi yang mengikuti sosoalisasi ini sangat senang karena kami mendapatkan pengetahuan yang sebenarnya tentang kesehatan reproduksi remaja. Sehingga kami jadi tahu bahaya yang akan kami hadapi jika coba-coba mendekati atau melakukan pergaulan bebas. Kami berharap agar kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan karena remaja itu khan masih labil sehingga harus sering diingatkan. Terima kasih buat sekolah dan ibu Bidan yang telah melaksanakan kegiatan ini “. Tutur Aisyah Nurmala. (Djiesam-IL)

 

Check Also

Thorig Husler Warga Pertama didatangi PPDP,Untuk Coklit Pilgub.

Thorig Husler Warga Pertama didatangi PPDP,Untuk Coklit Pilgub. INFOLUTIM.COM- Thorig Husler menjadi warga Luwu Timur  …