Suliana : Tiada Hari Tanpa Olahraga!!

( Ini Dia!! Profil Guru Olahraga Paling Cantik Di Luwu Timur)

Infolutim.com – Tomoni

Jika ingin bertemu dengan guru muda yang cantik ini sangat mudah, cari saja di Lapangan Olahraga, jika kebetulan ada even olahraga atau hari-hari biasa, karena hampir tidak ada even yang tidak diikuti oleh guru muda yang unik dan lucu ini. Mulai dari kegiatan bersepeda, senam, arum jeram, bola volley dan olahraga lainnya.

Bahkan untuk bola volley, hampir tiap sore ia rutin berlatih di Lapangan Tomoni bersama teman-temannya yang memang mengandrungi olahraga yang satu ini.

Mengapa Media Infolutim mengangkat profil guru muda energik ini? Jawabnya sederhana karena eksistensinya sebagai guru olahraga yang gemar berolahraga, mencintai olahraga dan memiliki visi yang hebat tentang olahraga. Ini langka diera kekinian ini.

Betapa tidak saat ini kita banyak kehilangan potensi talenta muda kita yang lebih memilih mengurung diri dalam rumah untuk main game, chating, internet dan aktifitas dunia maya lainnya, ketimbang menghabiskan waktu untuk main diluar alias mengasah bakat dan berlatih olahraga di outdoor.

Suliana S.Pd, lahir di Mulyasri 10 Maret 1992 dari keluarga yang sederhana. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Soal pendidikan bukanlah prioritas di keluarga ini, buktinya kedua kakak Suliana hanya saampai di sekolah dasar (SD). Tetapi Suliana adalah anak yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terus bersekolah.

Setamatnya dari SDN Tuban didesa Bangun Jaya thn 2004, ia melanjutkan ke SMPN Mangkutana dan lulus ditahun 2007, tahun 2010 ia lulus dari SMAN Tomoni. Tantangan datang saat ia ingin melanjutkan kuliah di Makassar, tidak satupun anggota keluarganya yang setuju dan mendukung.

Kedua orangtuanya meminta ia untuk bekerja saja dan tidak usah lanjut. Ana demikian nama panggilan dari Suliana tidak putus asa, ia terus membujuk orangtuanya agar memberinya ijin untuk kuliah. Ia meyakinkan orangtuanya bahwa kuliah itu pembayarannya persemester saja dan ia bisa kuliah sambil bekerja.

Akhirnya dengan restu dari orangtuanya, ia berangkat ke Makassar dan mendaftar di UNM Jurusan olahraga. Olahraga adalah pilihannya karena saat SD, SMP, SMA dulu ia memang berprestasi dibidang olahraga, khususnya Atletik. Lari, lompat dan lempar adalah makanan sehari-harinya sejak kecil hingga dewasa.

Diawal masa kuliahnya ternyata ia belum bisa sambil bekerja karena waktunya dihabiskan dalam kegiatan-kegiatan organisasi kampus. Ana sempat menjadi atlit dikampus tetapi kemudian ia tidak bisa membagi waktunya.

“Sebenarnya mau saya seimbangkan tetapi  susah karena tuntutan sebagai atlit itu harus disiplin dan tepat waktu, harus rutin berlatih pagi dan sore. Semuanya serba teratur. Itu berbanding terbalik dengan di organisasi yang kegiatannya kadang sampai membuat kita begadang.” Ujarnya sambil tersenyum.

Setelah kegiatan kampus tidak lagi menyita waktunya maka Ana memutuskan untuk bekerja. Ia memilih bekerja di sebuah restoran  bernama AGS (Ayam Goreng Sulawesi) Milik M. Yusuf Kalla.

Setelah selesai wisuda di tahun 2014, ia memutuskan untuk tetap bekerja di AGS dan karena kini ia telah menyandang gelar sarjana maka gajinyapun disesuaikan. Bahkan karena prestasi kerjanya yang kinclong maka ia akhirnya diangkat sebagai General Manager (GM).

Sayangnya belum sempat menjalankan tugasnya ia keburu didesak orangtuanya untuk pulang kampung. Orangtuanya ingin ia mengajar dikampung saja. Walaupun dengan berat hati tetapi sebagai anak yang sayang dan berbakti pada orangtuanya, maka iapun menuruti kehendak kedua orangtuanya.

Saat pulang, ia langsung mendapat tawaran dibeberapa SDN tetapi ia memilih sebagai guru olahraga di MI Nurul Huda desa Lestari Ke. Tomoni. Disinilah ia mulai kembali membangkitkan jiwa olahraganya. Ia tidak hanya aktif mengajar disekolah tapi ia juga aktif dihampir semua kegiatan Olahraga. Seminggu dua kali ia mengajar senam di Lapangan Mulyasri. Setiap minggu pagi ia aktif senam dilapangan tomoni dan hampir setiap sore ia ada dilapangan Volley.

Saat ditawari untuk mengajar di SDN Desa Mulyasri ia memutuskan untuk berbagi jam “ Di SDN Mulyasri itu memang kosong guru olahraga jadi saya berbagi jam saja kesana karena karena saya telah mendapat SK dari Yayasan. Untuk Luwu Timur sepertinya guru olahraga itu memang masih kurang.”

Saat ditanya apa suka dukanya sebagai guru olahraga, Ia pun tertawa “ Suka dukanya itu ya kalo murid kelas satu biasanya lucu karena kadang kalau mereka mau buang air harus ditemani bahkan kadang ada yang ngompol tapi karena namanya anak-anak itu masih suka permainan, kalo ada teori trus dilanjutkan dengan permainan. Jadi ya tidak terlalu sulit, apalagi saya memang suka dengan outdoor ketimbang dalam ruangan. Anak-anak itu kalo didalam susah mengeluarkan kemampuannya.”

“Harapan saya kedepan sebagai guru olahraga ialah saya bisa membina murid-murid saya yang punya kemampuan dibidang olahraga, karena dulu waktu jaman saya sekolah biarpun saya punya sedikit kemampuan tetapi karena kurangnya pembinaan maka bakat saya tidak tersalurkan dengan baik. Kalo bisa kita punya banyak atlit di Luwu Timur karena atlit kita sangat kurang. Beda dengan Luwu Utara, disana atlit-2nya mulai SD, SMP, SMA serta Umum benar-benar dibina dengan serius.”

“Kalau disini biasa kalau sudah dekat-dekat 02SN baru ada perekrutan dan baru dimulai latihan. Mestinya pembinaan atlit itu harus rutin supaya kualitas dan prestasinya bagus. Jadi anak-anak yang sudah mempunyai dasar-dasar fisik yang bagus itu kita bina ke masing-masing cabang olahragayang sesuai dengan bakat. Kalau bisa pembinaan itu dimulai dari sekarang. Fasilitas lapangan juga harus diperhatikan karena kadang kalau mau latihan malam tidak bisa karena penerangannya tidak memadai.”

“Bagus kalau ada semacam pelatda untuk cabang-cabang olahraga, Itu supaya kita tidak jadi bahan bully-an daerah lain, contohnya waktu porda kemarin.Tim Bola Volley kita KO dan ditertawakan. kata mereka apa itu Tim Bola Volley Lutim, tidak ada apa-apanya. Akhirnya Luwu Utara yang jadi juaranya.”

“Jadi menurut saya pembinaan secara serius terhadap atlit-atlit kita, kalau bisa dimulai dari sekarang dan fasilitas serta kualitas lapangan-lapangan olahraga harus dibenahi.” Tuturnya panjang lebar kepada Pewarta Media Infolutim. (Djiesam-IL)