Infolutim.com-

Guna mendukung percepatan upaya pemerintah mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, Dewan Rempah Indonesia (DRI) wilayah Sulawesi Selatan segera terbentuk. Hal ini menjadi tujuan utama Bahrun Abidin menghadap Direktur Eksekutif DRI, Suhirman Mulyodiharjo di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian RI, Jakarta (10/7) kemarin.

Dalam laporannya, Bahrun menyampaikan bahwa tim formatur pembentukan DRI wilayah Sulawesi Selatan mengacu pada Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan.Terbentuknya DRI Wilayah Sulsel kita harapkan menjadi penguatan petani rempah Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan,”jelas Bahrun.

Suhirman menyambut baik itikad Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya pembentukan DRI Wilayah Sulsel ini. “Lembaga ini sangat penting dalam  pengoptimalisasian komoditi rempah Indonesia, apalagi Sulsel merupakan salah satu pemasok rempah utama di Indonesia”, jelas Suhirman.

Termasuk di dalamnya Lada Luwu Timur, yang saat ini menjadi komoditi primadona baru dalam dunia rempah Indonesia. Dari data dinas pertanian Luwu Timur, tahun 2016, total produksi lada di Luwu Timur mencapai 3.150 ton atau 61,9 persen dari total produksi lada di Sulawesi Selatan, melibatkan 5.724 kepala keluarga yang tergabung dalam 168 kelompok tani.

Diperkuat lagi dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 830/Kpts/RC.040/12/16 tentang penetapan Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan sebagai Lokasi Kawasan Pertanian Nasional untuk Komoditi Lada.

Dalam diskusi pembentukan tim formatur DRI Sulsel, salah satu masukan dari DRI adalah upaya intensifikasi lada sebagai komoditi ekspor rempah yang utama. “Pemerintah Kabupaten bisa mengusulkan kepada pemerintah Propinsi untuk mengajukan intensifikasi lada sebagai komoditi ekspor rempah yang utama ini di Sulsel kepada kementerian Pertanian RI,” jelas Suhirman.

Intensifikasi lahan secara khusus dapat dilakukan dengan diversifikasi lahan atau memberikan nilai tambah dari lahan tani dari hanya satu komoditi menjadi beberapa komoditi. Seperti contoh menanam jahe merah, sereh atau tanaman perdu lainnya di antara tanaman lada. Bisa juga menanam pala atau daun kelor sebagai pagar kebun lada. Disamping pelaksanaan proses pendampingan tentang tata cara penanaman bibit lada, proses perendaman, proses pengupasan lada yang sekarang sudah ada teknologinya yang dipercontohkan di Kalimantan Timur dan Bangka.

(Budi-IL/Soekma-IL)

 

KOMENTAR