DUGAAN NGIRIT BIAYA, AKHIRNYA PROYEK DRAINASE GAGAL PHO

img20160929120518 img20160929120527   img20160929121449img20160929120950img20160929121023

Mangkutana, Infolutim

Salah satu proyek drainase yang terdapat didesa Panca Karsa kecamatan Mangkutana kabupaten Luwu Timur gagal PHO. Hal ini diakibatkan karena kondisi span yang amat memprihatinkan. Proyek tersebut dikelola oleh CV.Basten Utama dengan nilai kontrak Rp 486.494.000-, yang diawasi oleh CV.Hikma Tekhnik.

Sesuai hasil pantauan awak media ini dilapangan, dari hasil pemeriksaan Tim PHO Realisasi kerja proyek tersebut diduga tidak berdasarkan bestek yang ada. Campuran pasangan batu layaknya seperti krupuk yang habis di goring (kropos), lantai drainase hanya memiliki ketebalan 1½ cm saja dari pasangan batu kosong. Pipa peresapan air yang terpasang di lantai drainase hanya sepanjang 10 dan 15 cm saja, padahal seharusnya 50 cm berdasarkan gambar yang ada. Hal ini mematok proyek drainase tersebut sehingga gagal PHO.

Tim pemeriksa PHO dari kabupaten luwu timur Kamis, 29/09/2016, pada saat melakukan pemeriksaan pra PHO terhadap proyek drainase yang dikelola oleh CV.Bastem Utama, meminta kontraktor pelaksana untuk membongkar pekerjaan tersebut dan melakukan perbaikan ulang.

Terungkapnya kesalahan tekhnis pekerjaan ini, setelah Tim pemeriksa pra PHO menanyakan langsung pekerjaan tersebut kepada warga masyarakat yang tinggal disekitar lokasi proyek, kemudian salah satu awak media yang berada dilokasi proyek memberikan masukan kepada Tim, agar pekerjaan tersebut diperiksa terlebih dahulu.

Setelah Tim pemeriksa PHO melakukan pemeriksaan dibeberapa titik, ternyata hasil pekerjaan tersebuit terbukti brending Up. Kemudian Tim pemeriksa PHO memerintahkan kontraktor pelaksana untuk melakukan pembongkaran dan perbaikan ulang pekerjaan yang dianggap tidak sesuai bestek, “bongkar kembali semua pipa peresapan yang terpasang, dan tambah ketebalan lantai drainase tersebut”, ungkap salah seorang Tim pemeriksa PHO kepada kontraktor pelaksana.

Akhirnya pihak kontraktor pelaksana CV.Bastem Utama bergegas untuk melakukan klarifikasi perbaikan, mencabut pipa peresapan yang sudah terpasang dibeberapa titik, serta memperbaiki lantai drainase yang dianggap brending Up oleh Tim pemeriksa PHO.

(Rafly/L.D – IL)