Infolutim.com-

Rabu (12/9).Tim Studi tiru terdiri dari Rombongan Dinas Pendidikan dan Komisi I DPRD Luwu Timur bertandang ke Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Semarang Gunawan Saptogiri, SH., MH. dan didampingi oleh Plt. Sekretaris Dinas (Kabid pembinaan Guru dan tenaga kependidikan (GTK)) drs. Hari Waluyo, MM menerima langsung kunjungan kerja terkait Program Biaya Operasional Daerah (BOSDA) ini,

Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Semarang Gunawan Saptogiri, menjelaskan hadirnya BOSDA sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan, ditambah lagi dengan adanya Dana Pendampingan BOS dari APBD yang cukup besar juga merupakan komitmen Walikota Semarang dalam dunia pendidikan.

“Dana ini cukup membantu kegiatan sekolah, namun dalam pelaksanaannya tetap wajib mengikuti tata kelola keuangan daerah,” ungkap Gunawan.

Ditambahnya pula, lanjut Gunawan kesejahteraan Guru Non PNS (GNP) dan Tenaga Kependidikan Non PNS (TKNP) yang telah sesuai UMK Kota Semarang.

Anggota Komisi I DPRD Luwu Timur Imam Muhajir mengatakan kunjungan kerja ini membuka wawasan perihal aturan dan referensi perihal pendidikan. Ia mencontohkan untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah swasta, dinas pendidikan bisa menugaskan Guru ASN untuk periode waktu tertentu.

Imam juga mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang tetap membantu hibah kepada SMA walaupun kewenangannya tidak lagi di daerah. Hibah Bantuan Sosial (Bansos) tersebut terbatas hanya kepada warga sekolah miskin kota semarang di SMA.

“Kami mengapresiasi langkah hibah tersebut, mudah-mudahan hasil studi tiru ini mampu diterapkan di Luwu Timur,” harap Imam.

(Soekma-IL/tom)