Infolutim.com-
Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Indonesia, baik itu bencana banjir, tanah longsor dan gempa bumi. Namun yang paling rawan karena wilayah Luwu Timur dilalui sesar Matano yang pergerakannya cukup aktif sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan resiko.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Fasilitator Nasional Kabupaten Tangguh, Juli Nugroho mengatakan, pengurangan risiko atau mitigasi bencana harus di kedepankan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, maupun aspek pembangunan. Luwu Timur sebagai daerah yang masuk program Kota Tangguh Bencana harus menyiapkan langkah terencana guna meminimalkan resiko bencana.
“Salah satunya dengan tidak membangun infrastruktur diwilayah rawan bencana. Saya contohkan salah satu rumah sakit di Palu yang akhirnya runtuh akibat gempa karena berada dibawah jalur sesar Palu Koro,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan Kota Tangguh Bencana ditujukan agar Pemerintah mematuhi dan taat pada rencana tata ruang yang telah ditetapkan agar bencana dapat terhindar. Kawasan rentan bencana harus bebas bangunan dan permukiman. Kesiapan lokasi evakuasi, logistik hingga membangun kesadaran lewat sosialisasi bagi warga tinggal diwilayah rawan bencana.
Juli menambahkan, sesuai target global Sendal Framework Disaster Risk Reduction, yang harus diperhatikan diantaranya mengurangi kematian akibat bencana, mengurangi jumlah penduduk terdampak bencana, mengurangi jumlah kerugian akibat bencana dan mengurangi kerusakan infrastruktur akibat bencana dengan meningkatkan strategi pengurangan risiko bencana, kerjasama internasional dan ketersediaan komunikasi.
Pemaparan BNPB itu disampaikan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Kapasitas Daerah Melalui Program Kota Tangguh Bencana dan Penguatan Kelembagaan Bidang Pengurangan Resiko Bencana yang diikuti jajaran OPD Luwu Timur, Polres dan perwakilan relawan yang dilaksanakan di Aula Hotel I LagaLigo Malili, Senin (08/10/2018).
Sementara Sekda Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati membuka acara tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan strategis. Pasalnya, wilayah Luwu Timur sangat rawan bencana.
“Saya harapkan semua yang terlibat ini agar mengikuti seluruh materi. Hasil dari pertemuan ini bisa menjadi rekomendasi untuk dimasukkan dalam RPJMD Luwu Timur sehingga kebijakan penanganan bencana di Luwu Timur menjadi lebih baik dan tepat sasaran,” tutupnya.
(Soekma-IL/kominfo)

KOMENTAR