Infolutim.com-

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya meningkatkan capaian sistem akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah (SAKIP). Hal tersebut di tindak lanjuti dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian PANRB untuk memberikan bimbingan sehingga capaian SAKIP Pemkab Luwu Timur bisa lebih baik dari sebelumnya.

Pembekalan SAKIP ini dibuka langsung Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler didampingi Sekda Luwu Timur, Bahri Suli. Acara pembekalan dipusatkan di Blue Sky Hotel Jakarta yang diikuti seluruh OPD dengan narasumber dari Kemenpan RB yakni Ronald Andrea Anas selaku Asisten Deputi Perumusan Kebijakan RB, Hatni selaku Kabid Penyiapan perumusan kebijakan RB dan Najamuddin Mointang selaku Kabid perumusan kebijakan pengawasan.

“Saya sangat berharap melalui pembinaan SAKIP ini, seluruh OPD bisa memanfaatkan untuk melakukan perbaikan di instansinya masing-masing sehingga capaian SAKIP Pemkab Luwu Timur bisa lebih baik,” kata Husler, Kamis (12/07/2018).

Menurutnya, SAKIP merupakan instrumen bagi proses pemenuhanan kewajiban para penyelenggara Pemerintahan dalam konteks mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan organisasi.

Kepala Bagian Organisasi Setdakab Luwu Timur, AR. Salim mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi Kemenpan RB terhadap akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah, tahun 2017 Luwu Timur masih berada diposisi 55,86 atau predikat CC. Masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 44,04 dengan predikat C.

Menurutnya, ada beberapa kelemahan sehingga nilai LAKIP Pemkab Luwu Timur hanya meraih nilai CC, salah satunya disebabkan masih adanya program dan kegiatan yang belum sesuai dengan  RPJMD sampai pada Renstra SKPD.

Lanjut Salim, dari 12 OPD yang di berikan pembekalan sebelumnya, akuntabilitas Pemerintah Daerah berada diposisi CC atau mengalami peningkatan sebesar 11 poin dari sebelumnya yang hanya meraih nilai C.

“Makanya pembekalan SAKIP ini dimaksudkan untuk meningkatkan capaian nilai laporan akuntabilitas kita dengan membekali langsung OPD agar nilai atau predikat yang diharapkan yakni nilai A bisa dicapai,” katanya.

SAKIP, kata Salim, bukan hanya sebuah laporan tetapi lebih kepada sistem mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasinya. Kalau ini berjalan, maka bukan tidak mungkin harapan untuk meraih nilai A bisa diwujudkan.

(Soekma-IL/kominfo)