MENGENAL SOSOK Prof.DR.Ir.H.M.Nurdin Abdullah

(BUPATI BANTAENG 2 PERIODE)

dscn8207

Prof.DR.Ir.H.M Nurdin Abdullah, M.Agr. adalah Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008-2013, kemudian ia terpilih kembali untuk periode 2013-2018. Pada bulan Mei 2015, Nurdin Abdullah bersama tiga pejabat lainnya menerima penghargaan “Tokoh Perubahan” dari surat kabar Republika.

Nurdin Abdullah merupakan sosok pemimpin yang sangat dekat dengan warganya. Setiap warga Bantaeng dapat menemui Nurdin tanpa melalui aturan protokoler yang rumit baik itu di rumah pribadinya atau pun di rumah dinasnya. Warga dapat menyampaikan ide, gagasan atau keluh kesah secara bebas terkait permasalahan yang ada. Warga Bantaeng tidak sulit menemui Bupatinya, waktunya sudah terscedul mulai hari senin-jumat pukul:10 pagi sampai sore

Profil

Nurdin Abdullah lahir di kota Parepare, Sulawesi Selatan tanggal 07 Februari 1963 dan tepat hari ini Nurdi berulang tahun yang ke-53. Nurdin Abdullah menikah dengan Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M. Fish pada tanggal 11 Januari 1986 dan telah dikaruniai 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki.

Saat ini, Nurdin dan keluarga tinggal di Perumahan Dosen Tamalanrea, Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk rumah dinasnya sendiri terletak di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng Jalan Gagak, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pendidikan

Prof.DR.Ir.H.M Nurdin Abdullah, M.Agr. adalah Bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor.

Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Jepang pada tahun 1986 dan menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang pada tahun 1991. Di Universitas yang sama, ia pun menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture (1994).

Sebelum berkecimpung di dunia poltik, Nurdin dikenal sebagai seorang Akademisi yang pernah menempati beberapa jabatan struktural di Universitas maupun di sebuah perusahaan.

Ia pernah menjadi Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanudin dan juga menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar.

Di beberapa perusahaan pun Nurdin sempat menempati jabatan strategis yaitu menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Maruki Internasional Indonesia, President Director of Global Seafood Japan, Director of Kyushu Medical Co. Ltd. Japan.

Terakhir ia memilih dunia politik dan mengabdi kepada masyarakat sebagai Bupati Bantaeng dua periode berturut-turut hingga tahun 2018. Karir Nurdin Abdullah baik itu di bidang pendidikan, bisnis atau pun pemerintahan dinilai cemerlang oleh karena itu tak heran jika Nurdin hingga kini mengoleksi sekitar 54 penghargaan dari berbagai macam bidang.

Terobosan di Bidang Pertanian dan Peternakan

Sebagai Bupati yang menguasai ilmu pertanian, Nurdin selalu punya terbosoan atau pun ide di bidang pertanian dalam rangka mengembangkan potensi pertanian di wilayah Bantaeng.

Ia pernah mencetuskan Bantaeng sebagai Kabupatan Benih berbasis teknologi. Ia pun sempat merevitalisasi kelompok tani di Kabupaten Bantaeng dengan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kelompok tani berbadan hukum.

Melalui sinergisitas lintas sektor, Nurdin berusaha mengembangkan kawasan agrowisata uluere dan di bidang pertanian sendiri, Nurdin fokus pada pengembangan tanaman apel, strawberry, tanaman sayuan organik seperti kentang dan tanaman hias.

Melalui kebijakan-kebijakannya, Nurdin tak hanya fokus pada bidang pertanian saja tapi ia menaruh perhatian yang sama pada sektor peternakan di Kabupaten Bantaeng. Melalui teknologi Inseminasi Buatan, Nurdin mengeluarkan kebijakan untuk memperbaiki kualitas ternak sapi.

Selain itu, ia pun mendukung penuh pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai energi alternatif di desa-desa Kabupaten Bantaeng.

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bantaeng

Nurdin menjelaskan, sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2008, Bantaeng termasuk 199 daerah tertinggal di Indonesia. Tiap tahun dilanda banjir, infrastruktur dan layanan kesehatannya pun dinilai sangat buruk, pertumbuhan ekonominya pun saat itu hanya 4,7 persen saja.

Namun dengan kemampuan yang dimilikinya, daerah yang memiliki luas 395,83 Km atau tak lebih besar dari Pulau Madura itu berhasil diubah dan ditingkatkan perekonomiannya. Nurdin mensiasati APBD sebesar Rp 821 miliar dengan menggalang sumber lain.

Selama 7 tahun ia bekerja keras untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng dan hasilnya memang mengalami pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen, dan kini Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Sejak Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng, perubahan dalam bidang pelayanan kesehatan pun sangat terasa. Ia menciptakan layanan kesehatan ‘mobile ambulans’ yang beroperasi selama 24 jam.

Nurdin memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang‎ untuk dijadikan ambulans.

Prestasi itu bahkan terdengar sampai ke luar negeri seperti, yaitu Amerika Serikat. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate‎ terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.

Bantaeng yang sekarang bukan lagi Bantaeng yang dulu, pembangunan di Kabupaten tersebut mulai terlihat nyata. Pemerintah Kabupaten Bantaeng pun secara rutin mengirimkan putra-putri terbaiknya dalam berbagai macam ajang/lomba yang diselenggarakan di kota lain. Sebagai contoh pada bulan Juli 2015, pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui bupati Nurdin melepas dan mengirimkan tim Marching Band Loka Nada Kabupaten Bantaeng untuk mengikuti lomba bertaraf Nasional di Kota Denpasar, Bali.

Bataeng saat ini merupakan salah satu pilot projeck Prov.sulawesi selatan, tak heran jika daerah ini banyak dikunjungi wisatawan local dan wisatawan mancanegara. Selain daerahnya tenang, sejuk dan nyaman, pemimpinnya pun ramah dan bersahaja. Menurut Bupati Banateng, kemajuan suatu daerah jangan dilihat dari besaran PAD yang dihasilkan, akan tetapi dapat dilihat dari kemakmuran masyarakatnya sebagai ujung tombak pembangunan. Karena salah satu tujuan membangun adalah untuk memajukan dan memakmurkan seluruh lapisan masyarakat. Jika masyarakat makmur secara otomatis daerah akan aman, tentram dan bersahaja.

Contoh sebuah daerah itu aman apabila pintu-pintu sel tahanan sudah tertutup rapat dan tidak terbuka lagi, karena sudah tidak ada orang jahat yang melakukan tindak criminal akibat kesibukannya.

“AW-ADE-IL”