Aneh, Petani Ini Menyemprot Padinya Dengan Susu, Telur Dan Lada.

Infolutim.com-

Sungguh aneh, kalau orang lain biasa menggunakan susu, telur, lada ditambah jahe untuk membuat Sarabba sejenis minuman yang khas di daerah Sulawesi Selatan, maka petani ini malah menggunakan susu, telur dan lada untuk menyemprot padinya. Aneh khan? tapi itulah kenyataannya.

Awak Media Infolutim yang kebetulan melintasi areal persawahan di daerah Bayondo, minggu sore (22/10/2017) melihat hal aneh yang dilakukan oleh seorang petani. Ia tampak serius menuangkan susu, telur dan merica kedalam sebuah ember kecil. Kemudian terlihat ia  mengocok-ngocok campuran dalam ember tersebut. Awalnya awak media Infolutim itu mengira petani tersebut sedang membuat sejenis minuman cuma kok pakai ember yah? tiba-tiba petani itu menuangkan campuran dalam ember itu kedalam tangki semprot yang ada didepannya. Waduh…!! apa maksudnya itu???

Tidak dapat menahan rasa penasarannya, Awak Media kemudian mendekati petani tersebut, yang ternyata adalah I Made Gubardika Ketua Kelompok Tani Kembang Sari yang pernah pernah di upload beritanya di Infolutim karena prestasi kelompoknya yang bisa memilki omzet 80 juta. Wow !! tapi ngomong-ngomong, mau apa sih Made Gubardika dengan campuran susu, telur dan lada? Jangan-jangan ia lagi stress habis di omelin sama istrinya??? hehehehheh.. hayoo.. ngaku aja pak Made!!

“ Bukan gitu “ jawabnya sambil tertawa terbahak-bahak saat ditanya. “Ini lho, saya sedang buat fungisida untuk tanaman padi organik saya. Itu tuh sawah saya” katanya sambil menunjuk areal sawah disampingnya. Tanaman padi di areal sawah yang ditunjuk oleh Made Gubardika itu tampak begitu subur, bulir padinya tampak sehat berisi dan sudah mulai menunduk dan merata disetiap batangnya. Sungguh tanaman padi yang indah dan menyenangkan untuk dilihat. Awak Media Infolutim sampai terkesima melihatnya, karena tanaman padi lain disekitar areal sawah Made Gubardika terlihat lebih pendek dan buahnya tidak merata, beda benar dengan tanaman padi milik Gubardika.

I Made Gubardika kemudian menjelaskan bahwa tanaman padinya itu memang berbeda dari tanaman padi milik tetangganya.

“ Tanaman padi saya ini adalah tanaman padi Organik, mulai dari pupuk, mol, pesnap dan untuk fungisida semuanya menggunakan bahan alami dari alam. Contohnya pupuknya kita gunakan tahi ayam dan tahi kambing. Untuk mol digunakan rebung, bonggol pisang, daun gamal, Bila, dan buah-buahan. Untuk pesnap kita pakai Tembakau, tuba, daun sirsak, daun maiduri itu dicincang dan direndam 24 jam itu untuk hama penggerek dan penggulung. Trus yang kedua bisa pakai bawang putih setengah kilo dan jahe setengah kilo, dibelender dan dijadikan 5 liter untuk satu kali aplikasi dan bisa digunakan untuk lahan seluas 125 are. Kalau padi sudah mau keluar maka kita gunakan fungisida bahannya adalah Susu, Telur, Lada. tetapi untuk telur itu kuningnya saja yang dipakai. Kadang kita tambahkan juga sedikit minyak kelapa, itu biar jamur tidak bisa menempel. Pokoknya untuk padi organik, semua bahannya saya gunakan bahan dari alam. Sesuai petunjuk dari Pak Baso Akil dan penyuluh lainnya ” ujar Gubardika panjang lebar.

Saat ditanya apakah istrinya dirumah tidak ngamuk-ngamuk kalau Susu, telur, lada, minyak kelapa, jahe dan bahan-bahan lainnya diboyong kesawah? Made Gubardika tertawa terbahak-bahak “ya nggak donk, khan dia sudah tahu fungsinya. malahan dia senang karena padi organik itu adalah padi yang sehat”

Sementara itu Baso Akil, penyuluh dan pengamat hama Kec.Tomoni yang kami konfirmasi soal penggunaan Susu, Telur dan lada untuk menyemprot padi, membenarkan apa yang dikatakan oleh Made Gubardika. Baso Akil mengatakan bahwa Susu dan telur itu memang digunakan untuk poster padi, yaitu untuk memperbaiki kualitas buah padi supaya padat dan berat.

Baso akil mengatakan “Setiap kali memberikan penyuluhan pada petani padi, saya selalu menganjurkan kepada mereka untuk menggunakan bahan-bahan organik dari alam. Seperti pupuk, mol, pesnap dan bahan untuk fungisida tadi. Made Gubardika itu termasuk petani yang tekun dan mau mengikuti petunjuk dari para penyuluh. Makanya dia punya lahan tanaman padi organik. Kami dari dinas pertanian berharap agar kedepannya semua petani bisa seperti Made Gubardika, bertanam padi secara organik dan menggunakan bahan-bahan alami dari alam “. Pungkasnya.

“DJIESAM-IL”