Infolutim.com-

Selasa (10/07/2018).Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur melakukan aksi sosial berupa sunatan massal yang digelar di empat Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Di Kecamatan Malili kegiatan sunatan massal dihadiri Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler yang berlangsung di Puskemas Lakawali, Panitia Pelaksana Pengurus PMI, Irwan Jafar mengatakan, aksi sosial PMI dalam bentuk sunatan massal ini merupakan program kerja yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan ini, kata Irwan berlangsung selama dua hari, 9-10 Juli 2018 yang digelar di empat Puskesmas di Kecamatan yakni Puskesmas Burau, Mangkutana, Malili dan Towuti.

Lanjut Irwan, berdasarkan laporan yang masuk, peserta sunatan massal di Puskesmas Burau mencapai 18 anak dari 20 peserta yang mendaftar. Kemudian di Kecamatan Mangkutana peserta sunatan massal mencapai 17 anak dari 33 peserta yang mendaftar.

“Untuk hari ini, peserta yang ditargetkan untuk mengikuti sunatan massal berjumlah 21 anak yang berasal dari Kecamatan Malili dan Angkona,” tambah Irwan.

Selain Bupati, kegiatan sunatan massal ini juga dihadiri Anggota DPRD, Hj. Harisah, dan Kepala Dinas Pendidikan, La Besse.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sunatan massal ini merupakan bentuk aksi sosial PMI untuk membantu masyarakat. Menurutnya, sebagai kader maupun relawan PMI, kegiatan sosial dan kepalangmerahan harus menjadi perhatian semua pengurus PMI. Oleh karena itu, peningkatan SDM pengurus PMI harus selalu menjadi perhatian bersama.

“Saya harapkan masyarakat memanfaatkan program sunatan massal ini, sebab program ini memang sengaja di lakukan untuk meringankan beban masyarakat,” kata Husler.

Ketua PMI Luwu Timur ini juga meminta seluruh jajarannya di PMI agar terus hadir ditengah-tengah masyarakat. “Sebagai kader maupun relawan PMI kita harus hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Saya juga mengingatkan agar selalu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam hal penanganan bencana maupun pertolongan pertama,” tutupnya.

 (Soekma-IL/kominfo)