Infolutim. Com

Semua akan berpisah, namun tidak untuk selamanya, tapi untuk sementara saja.Meski kita semua mengetahui hal ini, namun tetap saja kita menghadapi perpisahan dengan berat hati. Apalagi jika perpisahan tersebut adalah perpisahan dengan mereka yang kita kasihi. Kian berat saja rasanya.

Tapi setidaknya kita juga mesti tabah, karena saat Tuhan menciptakan perpisahan, maka Ia juga membuka pintu lebar-lebar untuk menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan. Ya, karena perpisahan sejatinya adalah sebuah upacara untuk menyambut hari-hari penuh rindu.

Hal itulah yang di rasakan oleh siswa-siswi UPT SMA Negeri 10 Luwu Timur angkatan ke 10 tahun ajaran 2018/2019, Rabu (10/04/2019), dalam acara penamatan yang di mulai pada pukul 09.30 pagi, dan acara ini resmi dibuka dengan pembacaan BASMALAH yang dilakukan secara bersamaan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyambutan para tamu yang hadir di acara perpisahan siswa/siswi UPT SMA 10 Luwu Timur, dengan di iringi tarian mappadendang.

Di tengah keakraban dan rasa kekeluargaan yang begitu erat antara siswa-siswi dengan guru-guru, staf dan Kepala UPT SMAN 10 Luwu Timur selama ini membuat para siswa-siswi kelas 12 merasa berat meninggalkan sekolah tersebut.

Acara ini diawali dengan kata sambutan dari Ketua Panitia, Febrianto Tandililing kelas 12 IPA 1 yang mengatakan, tidak ada pertemuan yang abadi, begitu pula dengan perpisahan, yang terpenting adalah siswa-siswi dapat menyimpan dan mengenang masa-masa saat masih di SMA 10 Luwu Timur.

“ada 230 siswa-siswi yang akan di lepas oleh SMA 10 Luwu Timur, 230 siswa-siswi ini terdiri dari (99 putra dan 131 putri), sementara itu sumber dana dalam acara ini berasal dari sumbangan Orang Tua siswa.”kata Febrianto Tandililing.

Kepala UPT SMA 10 Luwu Timur, Iwanuddin dalam kata sambutannya juga menyampaikan bahwa acara penamatan  siswa-siswi kelas 12 ini, dalam pencanangan Sekolah Digital yang pertama di Sulawesi-Selatan,dan juga melaporkan tentang pelaksanaan USBN dan UNBK yang Alhamdulillah telah kami laksanakan tanpa adanya halangan apapun.

“SMA 10 luwu Timur telah melaksanakan USBN dengan berbasis Android sebagai mana kebijakan dari pemerintah Sulawesi-Selatan.”kata Iwanuddin

Lanjut Kepala UPT SMA 10 Luwu Timur, dalam acara penamatan ini, kami melepas siswa-siswi kami sebanyak 230 orang, walaupun di laporan kemarin jumlah siswa-siswi yang kami laporkan ke Pemerintahan Sulawesi Selatan sebanyak 231 orang, namun yang satu ini lebih dahulu di panggil oleh yang Maha Kuasa sehingga menjadi 230 orang yang mengikuti USBN dan UNBK yang berjalan lancar.Maka dari itu kami berharap 230 siswa-siswi kami ini semuanya bisa lulus 100%.

“selain itu kami mendapat laporan dari SNPTN bahwa ada 15 siswa kami yang Lulus SNPTN, 15 orang diantaranya ada yang Lulus Kedokteran, Farmasi, dan Tehnik Sipil, sementara itu kami juga mendapat laporan bahwasanya ada 8 orang siswa kami yang Lulus SPAN, dan yang sekarang ini kami tunggu-tunggu adalah laporan dari SBMPTN yang belum keluar pemberitahuannya sampai saat ini, dan tentunya kami berharap siswa kami bisa Lulus SBMPTN dan Bidik Misi.”ucapnya Kepala UPT SMA 10 Luwu Timur dalam kata sambutannya di acara tersebut.

Di tengah-tengah acara penamatan ini ada pelepasan balon yang melambangkan pencanangan Sekolah Digital Pertama Di Sulawesi-Selatan, dalam pelepasan balon ini di pinpin langsung oleh Ketua Komite UPT SMA 10 Luwu Timur Ida Bagus Tantera.

Sementara itu acara penamatan ini bertemakan, Sukses Menggapai Masa Depan Bersama Generasi Milenial SMAN 10 Luwu Timur Angkatan Ke 10 Dalam Satu Dasarwarsa Tahun Ajaran 2018/2019.

Yang di hadiri oleh CEO Aplikasi Head School Selawesi-Selatan, Anggota DPRD Luwu Timur I Made Sariana, Pengawas Kementrian Agama, Ketua Komite UPT SMA 10 Luwu Timur Ida Bagus Tantera, Kepala Sekolah SMK 2 Luwu Timur Muliayama Tanjung, para kepala desa, para kepala sekolah SD, SMP serta Para Orang tua siswa.

(Rafli-IL)