Infolutim.com-

Proses lelang pengadaan barang dan jasa Kabupaten Luwu utara oleh Asosiasi Kontraktor nasional dianggap tidak Rasional.

pasalnya beberapa paket pekerjaan yang dilelang oleh pihak Pokja ULP Luwu utara sampai memprasyaratkan 16 SKT yang harus dipenuhi oleh pihak rekanan.

Menurut Ketua Asosiasi kontraktor Nasional M.Ali Usman mengatakan bahwa “persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan barang dan jasa pada beberapa paket pekerjaan  konstruksi dianggap berlebihan dalam menetapkan personil tenaga ahli/terampil”.

Hal tersebut menurut Ali “akan membatasi penyedia jasa yang setara untuk berpartisipasi mengikuti pelelangan dan memerlukan biaya yang tinggi”.

“terkesan rekayasa,dengan persyaratan 20 jumlah personil,hal tersebut hanya memberi peluang kepada rekanan tertentu mengikuti pelelangan serta harga penawaran menjadi tidak kompetitif oleh karena hanya kemungkinan diikuti rekanan tertentu”.

Adapun pekerjaan yang dianggap oleh Askonas terlalu berlebihan dalam menetapkan persyaratan dokumen pengadaan yaitu,

Pekerjaan pada dinas perikanan dan kelautan / kabupaten Luwu utara Rehabilitasi kolam atau Bak penampungan BBI Salulemo anggaran

Rp.249.500.000 yang mempersyaratkan 11 personil.

Pekerjaan konstruksi RSUD A. Djemma Masamba yang mempersyaratkan 4 SKA dan 16 SKT dalam 3 jenis pekerjaan dengan total anggaran kurang lebih 2,5 Miliar Rupiah.

Pekerjaan Konstruksi Dinas Kesehatan kabupaten Luwu Utara yang mempersyaratkan 4 SKA dan 16 SKT dalam 6 jenis konstruksi bangunan.

(Ono/Andi Zachril)