Infolutim.Com-

LUWU TIMUR, Tomoni – Menanggapi sejumlah keluhan masyarakat yang dicurahkan melalui Bacaleg DPRD Kabupaten Luwu Timur saat menggelar blusukan bersama Tim pemenangannya di Kalpataru, Rantemario, kecamatan Tomoni,  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan kemarin yakni dua poin masalah Jembatan penghubung dan aliran irigasi menuju persawahan warga.

Dari pantauan Tim pagi tadi sekira pukul 10.05 Wita pagi. Bacaleg muda Ronal Efendi bersama tim langsung melakukan peninjauan lokasi jembatan, dimana diketahui jembatan gantung tersebut adalah akses yang menghubungkan Desa Rantemario menuju Desa Balai Kembang. Dan selanjutnya melanjutkan peninjauan bersama tim ke daerah perbatasan lokasi Mabonta Selatan dengan Marampa Desa Rantemario.

“Untuk langkah awal menanggapi keluhan masyarakat terkait permintaan mereka agar jembatan gantung yang dibangun sejak 7 Tahun lalu ini untuk segera diperbaiki karena sudah berbahaya, jika dibiarkan apalagi masyarakat yang melintas disini juga menggunakan motor. Memang kondisi jembatan gantung sepanjang 65 meter itu  berbahaya karena papannya sudah mulai terlihat rapuh,”papar Bacaleg dari Partai Perindo ini. Sabtu (10/3)

Dikatakan Ronal, pihaknya berjanji akan mengawal perbaikan jembatan gantung yang sudah terbilang tua tersebut. Pun mengajukan pembangunan jembatan gantung didaerah Mabonta Selatan menuju Marampa.

“Saya siap kawal dan menyampaikan keluhan masyarakat Rantemario ke Pemkab untuk ditindak lanjuti terkait keluhan masyarakat. Kasihan mereka, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan apalagi mereka melalui jembatan gantung itu tiap hari jika ingin ke kebun. Bahayanya lagi sebagian dari mereka ada yang mengendarai motor lewat situ,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kalpataru mengajukan tiga keluhan warga yang sudah sejak lama dikeluhkan kepada pemerintah namun hingga saat ini belum ada jawaban.

Adapun tiga keluhan tersebut diantaranya Perbaikan Jembatan Gantung yang berada diperbatasan desa menghubungkan Rantemario menuju Desa Balai Kembang. Dimana jembatan tersebut sudah mulai tidak terjamin kekokohannya untuk dilintasi warga sekitar.

“Jembatannya sudah butuh perbaikan dan kami harap kehadiran Ronal bisa mewujudkan keluhan kami. Karena keluhan ini sudah Enam Tahun kami ajukan tapi belum dicarikan solusi. Kami tidak melihat dia muda, yang kami butuhkan keluhan kami diperhatikan itu saja,”cetus Bajori. Jumat (8/3)

Senada, warga Kalpataru Tellang juga berharap Jembatan menghubungkan dari desa Mabonta Selatan menuju Marampa agar dibuatkan jembatan penyeberangan. “Kami juga pernah mengusulkan dibuatkan jembatan untuk menghubungkan dua wilayah ini tapi sampai Nol Besar,”tambahnya.

Disisi lain, warga pun berharap agar usulan saluran air menuju persawahan warga yang belum dialiri.

Menanggapi ketiga poin tersebut, Ronal Efendi menyatakan sikap siap untuk mendampingi dan menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat tersebut ketingkat Pemerintah Daerah.

“Saya sudah dengar keluhan mereka yang selama ini menjadi dilema mereka. Dan saya siap mendampingi mereka ke Pemkab agar mendapat tindak lanjutnya. Namun, sebelum kearah sana, saya dan tim akan melakukan kajian terlebih dahulu.(*

“AA-IL/AZ Ndi”