Yaniari Ketua PIK Remaja Harapan: Pemeriksaan, Penggeledahan Dan Sosialisasi Bahaya Pil PCC Di SMP Negeri 1 Tomoni Timur

 

Infolutim.com – Tomoni Timur

Para pengurus OSIS dan Pengurus PIK Remaja Harapan SMP Negeri 1 Tomoni Timur, melakukan kegiatan pemeriksaan dan penggeledahan tas-tas para siswa  SMP Negeri 1 Tomoni Timur, Selasa 27 Februari 2018.

 

Pemeriksaan yang didukung dan didampingi oleh Kepala Sekolah dan guru-guru itu dilakukan untuk mencegah adanya penggunaan barang-barang  terlarang yang tidak diperbolehkan masuk kedalam sekolah, seperti narkoba,  rokok, senjata tajam, minuman keras, Hp dan sebagainya.

 

Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang seksama terhadap setiap siswa, ternyata tidak ditemukan adanya barang-barang yang terlarang masuk di sekolah dalam tas-tas para siswa.

 

Setelah pemeriksaan dan penggeledahan berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan  penyuluhan mengenai bahaya penggunaan PCC dan obat-obatan terlarang lainnya.

 

Penyuluhan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terkait semakin maraknya penggunaan pil PCC di daerah di Luwu Timur ini, utamanya di kecamatan Tomoni,  Tomoni Timur  dan Mangkutana.

Agus Salim salah seorang Wakasek yang turut serta mengawasi kegiatan itu mengatakan, “Kegiatan itu sangat bagus, karena dengan melakukan pemeriksaan kita bisa memastikan ada tidaknya siswa yang membawa barang-barang yang terlarang. Apalagi kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai bahaya mengkonsumsi pil PCC.”Ujarnya.

“Sebagai seorang guru, saya sangat mendukung kegiatan ini. Saya  juga merasa bangga kepada semua siswa siswi karena mereka telah mematuhi aturan sekolah, karena terbukti tidak satupun siswa yang membawa atau  menggunakan barang-barang yang terlarang. Harapan saya kedepan para siswa-siswi di SMPN 1 TOM-TIM ini tetap teguh untuk terus mematuhi aturan-aturan dari sekolah dan terus memerangi yang namanyaNarkoba. “ Ujarnya lagi.

Yaniari ketua PIK Remaja Harapan menjelaskan mengenai kegiatan ini kepada Pewarta Media Infolutim, “Kegiatan ini kami lakukan dengan cara langsung memasuki kelas-kelas, untuk melihat danmemeriksa apa-apa yang sebenarnya dibawa oleh rekan-rekan siswa. Siapa tahu ada rekan siswa yang membawa barang-barang terlarang. Tetapi setelah pemeriksaan selesai, semuanya aman, tidak ada satupun rekan siswa yang membawa barang-barang terlarang.”

“Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, kami melakukan penyuluhan mengenai bahaya mengkonsumsi PCC dan obat-obatan terlarang lainnya agar smua rekan siswa lebih tahu dampaknya dan tak akan berani mencoba coba memakainya.. Secara pribadi saya senang sekali, juga merasa bangga karena  tidak ada rekan kami disekolah ini yang tidak mematuhi aturan yang berlaku. “ Ungkapnya.

“Bagus sekali menurut saya pemeriksaan tadi itu, apalagi juga disertai dengan penyuluhan mengenai PCC. Itu supaya siswa siswi tidak ada yg mau mencoba coba menggunakan barang terlarang tersebut .” Komentar seorang siswa bernama kadek Arisanti.

Hal yang sama dilontarkan juga oleh siswa lain bernama Made Puspitawati, “Kegiatan seperti ini yang harus selalu rutin dilakukan, karena ini sangat penting untk melindungi semua siswa-siswi yang ada di sekolah. Apalagi ada juga penyuluhannya. Ini adalah sesuatu yang sangat baik dan positif. Syukurlah tidak ada teman yang menggunakan bahan terlarang tersebut dan  sekolah kami  memiliki siswa-siswi yang selalu terjaga dan tidak liar. Kami juga berterima kasih kepada kepala sekolah dan semua guru yang selalu mendukung kegiatan sperti ini.” Pungkasnya.  (Yaniari Matasik/Djiesam-IL)